Minggu, 11 April 2010

Posisi Semi Fowler

Pengertian
Posisi semi fowler adalah suatu posisi dimana bagian kepala tempat tidur dinaikkan 25 – 30 derajat, bagian ujung dan tungkai kaki sedikit dianggkat, lutut diangkat dan ditopang, dengan demikian membuat cairan dalam rongga abdomen berkumpuldiarea pelvis

Tujuan
Tujuan pemberian posisi semi fowler adalah sebagai berikut; mengurangi tegangan intra abdomen dan otot abdomen, memperlancar gerakan pernafasan pada pasien yang bedrest total, pada ibu post partum akan memperbaiki drainase uterus, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien dalam beristirahat.

Indikasi
Posisi semi fowler biasanya diberikan pada pasien yang imobilisasi atau pada pasien yang relative lama menjalankan perawatan bedrest total, seperti pada keadaan berikut ini ; pasien dengan penyakit jantung utamanya dekompensasi kordis, pada penyakii system pernafasan seperti asma bronkiale, pada pasien post partum, dan beberapa keadaan pada pasien post operasi.

Komplikasi
Pemberian posisi yang tidak tepat berpengaruh pada system fisiologis tubuh utamanya pada system otot dan skeletal,system persarafan, system pernafasan, system kardiovaskuler. Terhadap system kardiovaskuler ada tiga perubahan utama yaitu hipotensi ortostatik, peningkatan beban kerja jantung (Potter & Perry, 2006). Untuk itu penempatan posisi pada pasien imobilisasi seperti pada pasien post operasi harus memperhatikan berbagai aspek.

Prosedur Pemberian Posisi Semi Fowler
Pasien ditumpukkan pada bagian punggung.
1) Bagian kepala tempat tidur dinaikkan 30 derajat
2) Digunakan satu, dua atau tiga bantal untuk menopang kepala dan bahu.
3) Lutut dapat ditekuk sedikit dan ditopang dengan bntal.
4) Bantal dapat ditempatkan di bawah masing-masing lengan sebagai penopang.
5) Bantalan kaki mempertahankan kaki pada posisinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar